Blog of Basyral Hamidy Harahap

26 November

BIARKANLAH SUMATERA UTARA TETAP UTUH


BIARKANLAH PROPINSI SUMATERA UTARA TETAP UTUH SEPERTI SEKARANG



Pengantar: Artikel ini dimuat dalam Jurnal Otonomi Daerah, vol. I, no. 6, Juni 2002, halaman 44


Pembentukan suatu propinsi bukanlah semata-mata berdasarkan sumber daya alam dan sumber daya manusia saja. Tetapi perlu ada pertimbangan-pertimbangan yang mendalam tentang sosio kultural, perilaku dan mentalitas masyarakatnya. Sehingga harus jelas dan terukur keterjaminan kehidupan masyarakatnya yang harmonis seraya tetap meningkatkan semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan. Demikian Basyral Hamidy Harahap, Sekretaris Yayasan Adam Malik, pengamat dan penulis buku-buku nilai budaya Batak, mengemukakan dalam suratnya kepada Menteri Dalam Negeri belum lama ini, sehubungan dengan adanya gerakan-gerakan sekelompok kecil orang untuk pembentukan Propinsi Tapanuli dan Propinsi Sumatera Timur.
[Read More!]
03:42:08 - rajungan - No comments

25 November

WAWANCARA DENGAN SHIGETADA NISHIJIMA

SHIGETADA NISHIJIMA, SAKSI PERUMUSAN NASKAH PROKLAMASI


Basyral Hamidy Harahap

Pengantar dari penulis:
Artikel ini dimuat oleh Harian KOMPAS edisi 16 Agustus 2001, halaman 28 kolom 1 s.d. 9 yang disalin kembali seperti di bawah ini dengan koreksi nama Shigetada Nishijima yang di KOMPAS tertulis Sigetada Nishijima.


SAYA merasa beruntung mendapat peluang mewawancarai satu-satunya saksi hidup peristiwa bersejarah perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dia adalah Shigetada Nishijima (90), yang kini hidup bersama isterinya di suatu apartemen di Tokyo. Pertemuan kami berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang kental. Ini merupakan wawancara saya yang kedua dengan Nishijima. Pertama, pada bulan November 1990 di kediaman Nu. Adam Malik di Jalan Diponegoro 29, Jakarta Pusat. Kedua, tanggal 10 Oktober 2000 di Meguro-ku, Tokyo.



[Read More!]
22:31:37 - rajungan - No comments

20 November

PROVINSI TAPANULI

Harian Umum Batak Pos, 11 November 2006, halaman 2 kolom 2, 3, 4.


Diskusi Pembentukan Provinsi Tapanuli

BERPOTENSI MEMECAH HARMONI

Dalam diskusi di Medan, muncul pendapat yang mengkhawatirkan Provinsi Tapanuli justru akan memecah hubungan antaretnik di Sumut yang sudah harmonis.


Medan, Batak Pos
Sesungguhnya Provinsi Sumatera Utara adalah miniature Indonesia. Di dalamnya terdapat beraneka suku, agama, tradisi, bahasa, arsitektur, kebudayaan, dan lainnya. Semua komponen itu hidup harmonis sampai kini. Namun ia bisa berantakan hanya gara-gara wacana pembentukan Provinsi Tapanuli.

Pendapat ini dikemukakan akademisi asal Jakarta Basyral Hamidy Harahap dalam Seminar Nasional tentang Provinsi Tapanuli yang digagas oleh sebuah surat kabar nasional di Hotel Danau Toba Medan, Jumat (10/11).

“Keharmonisan di Sumatera Utara sebagai daerah yang paling aman dari kerusuhan sara, bisa terusik. Sebab pembentukan Provinsi Tapanuli akhirnya akan menimbulkan persaingan tidak sehat di kalangan komunitas Batak, ” kata Hamidy.

[Read More!]
23:40:51 - rajungan - No comments

19 November

DISKUSI PEMBENTUKAN PROVINSI TAPANULI

BEDAH BUKU DISERTASI DR. LANCE CASTLES:

KEHIDUPAN POLITIK SUATU KERESIDENAN DI SUMATRA: TAPANULI 1915-1940

Di Hotel Danau Toba, Medan, 10 November 2006

BASYRAL HAMIDY HARAHAP
http://basyral-hamidy-harahap.com



PENGANTAR

Pada tahun 2000 sudah terdengar gagasan pembentukan Provinsi Tapanuli. Sebelumnya gagasan seperti itu mulai timbul setelah Dr. Lance Castles mempertahankan disertasinya di Yale University pada tahun 1972 berjudul The Political Life of a Sumatran Residency: Tapanuli 1915-1940. Gagasan itu lahir dari pemikiran bahwa sudah ada beberapa keresidenan yang dimekarkan menjadi propinsi.

Pertengahan tahun 2001 Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) dan DR. Lance Castles meminta saya menulis Kata Pengantar edisi Bahasa Indonesia terjemahan dari disertasi DR. Lance Castles berjudul asli The Political Life of a Sumatran Residency: Tapanuli 1915-1940. KPG menyerahkan naskah edisi Bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh Prof.Dr. Maurits Simatupang, di bawah judul <i>Kehidupan Politik Sebuah Keresiden: Tapanuli 1915-1940. DR. Lance Castles mengetahui bahwa saya memiliki teks asli disertasi ini, dan melalui telepon dari Yogyakarta DR. Lance Castles meminta saya untuk memberikan fotokopi halaman 269 yang tidak dimiliki oleh KPG.

Dalam surat saya kepada Bung Parakitri dari KPG ketika mengirimkan halaman 269 itu, saya minta agar judul edisi Bahasa Indonesia dikoreksi menjadi Kehidupan Politik Suatu Keresidenan di Sumatra: Tapanuli 1915-1940.

Semula saya menolak menulis Pengantar itu, karena adalah lazim bahwa penulis Pengantar lebih jago dari penulis buku yang bersangkutan. Sedangkan saya pastilah tidak lebih jago dari DR. Lance Castles yang punya nama dalam jajaran ahli Indonesia. Tetapi DR. Lance Castles dan KPG tetap meminta saya menulis Pengantar itu. Hasilnya adalah seperti yang Anda baca sendiri. Pada halaman judul buku itu DR. Lance Castles menulis di atas tanda tangannya ketika buku ini diluncurkan di Jakarta pada tanggal 22 November 2001 sebagai berikut: Terima kasih Pak Basyral.

Rupanya disertasi DR. Lance Castles ini termasuk buku yang istimewa. Istimewa karena dibedah dua kali. Pertama 22 November 2001 usai peluncurannya di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta Selatan. Kemudian, sekarang, setelah enam tahun buku itu diluncurkan dan dibedah bersama DR. Lance Castles, penerjemah Prof.DR. Maurits Simatupang, saya sebagai penulis Pengantar untuk Edisi Indonesia dan Paraktri Tahi Simbolon dari Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) selaku penerbit, buku ini dibedah lagi pada hari ini 10 November 2006 di Hotel Danau Toba yang megah ini.


[Read More!]
20:44:19 - rajungan - No comments